inovasi-digital-pemerintah-kabupaten-rokan-hulu-dalam-penanggulangan-stunting-dan-kemiskinan-ekstrem
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, Kabupaten Rokan Hulu telah berhasil menurunkan angka stuntingnya menjadi 22 persen dari 25,8% di tahun 2021. Hal ini memicu semangat pemerintah daerah Rokan Hulu dalam mempercepat penurunan stunting dan menanggulangi kemiskinan yang ada di wilayahnya. Guna mendukung upaya tersebut, Kabupaten Rokan Hulu menghadirkan inovasi berbasis aplikasi melalui pengembangan aplikasi E-Strong (Stunting Rokan Hulu Tertanggulangi) dan E-Bangkit (Pengembangan Penanganan Kemiskinan Terpadu).
Kedua aplikasi tersebut merupakan adopsi dari aplikasi E-Simpati yang dimiliki oleh Kabupaten Sumedang, dimana pengembangan dan pengelolaannya dilakukan oleh Bappeda Rokan Hulu di tahun 2022. �E- Strong dan E-Bangkit memudahkan pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan stunting karena bantuan dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang tepat� ujar Kepala Bappeda Rokan Hulu Drs Yusmar MSi. �Harapannya intervensi yang dilakukan menjadi lebih terpadu, tepat sasaran, dan akurat sehingga angka stunting di Rokan Hulu bisa dibawah 14% di tahun 2024�.
Keistimewaan aplikasi E-Bangkit dan E-Strong tidak hanya menampilkan data numerik secara long list tetapi juga data spasial dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan keluarga beresiko stunting.
E-Bangkit dapat menjadi solusi dalam permasalahan data kemiskinan di Kabupaten Rokan Hulu karena menyediakan data secara lengkap, akurat, mudah diakses serta dapat diperbarui secara berkala. Selain itu, aplikasi ini juga dapat mengidentifikasi apakah masyarakat miskin sudah terlayani dan mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, air bersih, rumah yang layak huni, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Pengembangan aplikasi E-Strong akan memuat informasi desa lokus stunting yang semula masih berjumlah 31 desa pada tahun 2022, namun berhasil turun menjadi 19 desa di 2023. Aplikasi tersebut berisi informasi status dari anak stunting, pemberian imunisasi, pemberian makanan bantuan, penimbangan anak usia di bawah 2 tahun atau 0 � 24 bulan (Baduta) dan anak dibawah lima tahun (Balita).
Melalui kedua aplikasi tersebut, diharapkan intervensi yang dilakukan oleh Kabupaten Rokan Hulu dapat tepat sasaran, terpadu, dan akurat dalam penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Kemiskinan ekstrem berbanding lurus dengan stunting, dimana angka kemiskinan ekstrem tinggi akan selalu terkait dengan angka prevalensi stunting yang tinggi. Pemanfaatan kedua aplikasi tersebut diharapkan dapat secara parallel mengatasi kemiskinan ekstrem dan berkontribusi menurunkan angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu.
Di Indonesia, pengelolaan data dan manajemen pengetahuan stunting menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan konvergensi untuk mempercepat penurunan stunting. Untuk mendukung hal tersebut, Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta berencana untuk mendampingi kabupaten Rokan Hulu untuk memperkuat pengelolaan data melalui kegiatan Lokakarya Manajemen Data dan Pengetahuan untuk Konvergensi. Diharapkan lokakarya tersebut mampu memperkuat dan mengoptimalkan inovasi yang sudah diinisiasi Rokan Hulu melalui aplikasi E-Bangkit dan E-Strong yang dikembangkan.